top of page
tingtong.png

Suara bel rumah berbunyi di tengah hari bolong.

permisi paket.png

Tiba-tiba pintu rumah tersebut terbuka dan terlihat seorang ibu-ibu sedang mengenakan daster dengan raut wajah kebingungan.

maaf mas.png
nama ibu.png
tidak pesan.png
cod.png
tidak beli.png

Tanpa bisa berkata-kata, Ahmad kembali membawa paket tersebut dan mengantar paket lainnya ke rumah-rumah warga. 

Scene 2 Shot 1-2 A full.png

Bagi Ahmad, pekerjaan kurir bukanlah pekerjaan yang ia inginkan.

Scene 2 Shot 1-2 B.png

Sebelumnya, Ahmad bekerja sebagai karyawan biasa di suatu perusahaan bank.

Scene 2 Shot 1-2 C kiri.png
Scene 2 Shot 1-2 C kanan.png

Namun, karena situasi pandemi covid-19, ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tak hanya itu, Ahmad juga memiliki tanggung jawab yang cukup besar khususnya dalam membiayai kehidupan anak dan istrinya.

Scene 2 & 3 Shot 3 & 1 A 2.png

Pada situasi itu, Ahmad cukup merasa sedih dan merana karena tidak ada pemasukan yang ia dapatkan.

Hingga suatu hari...

Scene 2 & 3 Shot 3 & 1 B.png

 Ditengah Ahmad sedang duduk santai di perkarangan rumahnya, tiba-tiba ponsel Ahmad berdering yang ternyata temannya bernama Budi menelepon Ahmad.

Scene 2 & 3 Shot 3 & 1 C.png
apa kabar.png
gabaik.png
kenapa.png
bottom of page